Tampilkan postingan dengan label Harry Potter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harry Potter. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

Harry Potter and the Sorcerer's Stone, 2001




Kadang film bisa disebut seni melebih lebihkan. Harry Potter yang dalam novel digambarkan begitu menderita dalam keluarga Dudley, lebih kelihatan menderita lagi ketika diadegkan dalam film. Durasi 15 menit pertama dihabiskan hanya untuk menggambarkan bagaimana tersiksanya Harry di tengah keluarga pamannya ini. Taktik jitu untuk meraih simpati penonton. Namun barangkali bukan contoh baik untuk film yang disantap semua umur.

Untunglah adegan muram ini cepat berganti dengan hari pertama di sekolah sihir Hogwarts. Aula sekolah benar benar mencerminkan kebesaran sekolah bergengsi ala Inggris. Konon masalah suasana ini, JK Rowling sang kreator Harry sampai harus mensupervisi langsung.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...