Sabtu, 05 November 2011

Robert de Niro, Limitless, 2011

Ide bagus menghasilkan film bagus, berlaku untuk film ini. Edward ( Bradley Cooper ) seorang penulis gagal yang hidupnya semrawut dengan      pernikahan gagal pula, dan pacar yang akan segera meninggalkannya. Namun tiba tiba semuanya berubah ketika secara tidak sengaja bertemu dengan mantan kakak iparnya. Sang kakak menawarkan pil dengan kode NZT 48, dan booom! tiba tiba lahir Edward baru dengan kemampuan luar biasa. 
Dengan kemampuan barunya Edward berhasil menyelesaikan penulisan buku dalam beberapa hari. Lalu terjun ke bursa saham, dan  lagi lagi booom! mendapatkan 2 juta dollar dalam 10 hari. Prestasinya membuat Carl ( Robert de Niro ), seorang konglomerat berniat merekrutnya. Edward berhasil menangani beberapa kesepakatan bisnis yang menguntungkan Carl. Namun seiring waktu, persediaan pil andalan Edwrd mulai menipis, dan efek negatifnya mulai bekerja. Hidupnya mulai  kembali berantakan, dikejar kejar mafia, rentenir yang juga mulai ketagihan pil, sampai tuduhan pembunuhan terhadap seorang sosialita. Edward harus bertahan, lepas dari ketergantungan, dan mulai merencanakan masa depannya sendiri. Sementara Carl mulai mengendus rahasia pil Edward.....(***).
Sutradara Neil Burger berhasil menciptakan cara bertutur yang unik untuk ide unik film ini. Adegan terbaik adalah bagaimana efek pil terhadap kinerja Edward. Dipresentasikan dengan menggambungkan teknik kamera fast dan slow motion, penonton dibawa ke dalam level baru cara berpikir Edward. Penyelesaian cerita juga patut diapresiasi. Edward akhirnya lepas dari ketergantungan pil, malah siap melaju menjadi kandidat presiden Amerika. Selamat ya Edward.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...